
Rabu, 26 Agustus 2009 11:42:03 WIB
Jakarta-Kantor situs berita media Arrahmah.com digeledah polisi semalam. Kini, media yang biasa memberitakan aksi-aksi jihad umat muslim seluruh dunia itu, tidak beroperasi.
Kantor redaksi Arrahmah.com terletak di Bintaro Sektor V, Jalan Pisok Raya Nomor EB X/45A, Bintaro, Jakarta Selatan. Pantauan hari Rabu (26/8/2009), sekitar pukul 10.00 WIB, kantor berbentuk rumah dua lantai itu ditutup.
Tidak ada keterangan apapun di depan kantor yang didirikan Mohammad Jibril, buron teroris yang sudah ditangkap polisi ini. Di rumah berwarna merah ini juga tidak terlihat papan tanda pengenal media Arrahmah.com.
Gerbang depan pun dalam posisi digembok dan tidak ada aktivitas sama sekali dari dalam rumah. Di dalam rumah juga tidak terlihat satu pun karyawan Arrahmah.com Menurut Ketua RT 07 RW 11 setempat, Johnny, rumah ini dikontrak Arrahmah selama setahun.
"Tapi baru ditempati sekitar tiga bulan. Pemilik rumah itu bernama Ibu Tuti," kata Johnny di lokasi. Malam jelang dini hari tadi, polisi menggeledah kantor ini. Tidak ada garis polisi yang melintang di kantor ini.
Penggeledahan dilakukan karena Jibril yang diduga berperan dalam pendanaan kasus ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton itu, diketahui sebagai pemilik sekaligus pendiri Arrahmah.com. "Betul tim menggeledah situs Arrahmah. Mungkin terkait Jibril sebagai owner (pemilik)," kata juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Sukarna, pagi tadi. Sementara itu, sejumlah barang yang diduga menjadi bukti pun disita. "Barang yang diambil yaitu empat buah CPU, seperangkat komputer lainnya, satu laptop, buku, berkas-berkas, dokumen, dan surat-surat," kata Ketua RT 7 RW 11, Jhonny.
Ia mengatakan sebelum penggeledahan Datasemen Khusus Antiteror 88 menghubungi dirinya. "Saya diminta jadi saksi penggeledahan," kata dia. Penggeledahan dilakukan karena polisi menduga salah satu DPO polisi, Jibril, sebagai pemilih Arrahmah. Jibril masuk daftar DPO karena diduga berperan dalam pendanaan kasus ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton, Juli lalu.
Lebih lanjut Jhonny menjelaskan rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal itu biasa dihuni oleh tiga orang. "Orang bernama Jirgis, staf pendistribusian buku. Selain media online, kantor ini juga menjadi penerbit. Fachry sebagai Pemred Arrahmah dan ketiga Fadly, staf biasa," kata dia.[air]
Sumber : vivanews.com

Join The Community